4 April 2019 22:22 WIB

Rumah Bersama Relawan bekerjasama Yayasan Kappala Indonesia dengan motor penggerak dan pengarah Gusdurian Indonesia, melakukan pendampingan di Sekolah SMK Djanur Persada Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Selain pendampingan, Rumah Bersama Relawan dengan dukungan Sampoerna untuk Indonesia, juga membangun 3 bangunan ruang kelas permanen berupa satu ruang perpustakaan, satu ruang komputer dan satu ruang laboratorium di sekolah itu,” kata Ketua Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana, Eko Teguh Paripurno, Kamis (4/4), di kantor Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah di Palu.

Masih di Desa Lolu kata Eko, tepatnya di lokasi pembangunan ruang belajar permanen milik SMK Djanur Persada, Yayasan Kappala juga membangun 30 Huntara berukuran 4 x 6 meter untuk 15 guru dan 15 masyarakat.

Sementara di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, dilaksanakan program UPN Peduli dari UPN “Veteran” Yogyakarta dengan membangun masjid permanen dan tempat pendidikan Alquran (TPA). Program ini juga menyediakan perlengkapan meja-kursi untuk pelaksanaan pendidikan di SMK Janur Persada, baik di ruang sementara maupun ruang permanen.

Masih pada program UPN Peduli, nelayan-nelayan di Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, difasilitasi pembuatan 12 buah rumpon laut dangkal (100 m), dan 9 buah rumpon laut dalam (300 m) serta riset sumberdaya laut bagi nelayan-nelayan di desa tersebut. Program yang sama akan menyusul dan saat ini sedang dilakukan persiapan untuk beberapa desa di Kabupaten Parigi Moutong dan Kota Palu.

Sebagaimana yang dilaksanakan oleh UPN Veteran Yogyakarta dan Yayasan Kappala Indonesia, di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Jaringan Gusdurian membantu menyediakan 20 huntara berukuran 3 kali 4 meter dan masjid sementara berukuran 6 kali 8 meter untuk Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biomaru, Kabupaten Sigi.

“Jaringan ini juga memfasilitasi pengadaan 29 perahu, terdiri dari 17 perahu mesin dan 12 perahu dayung bagi nelayan Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala,” kata Eko.

Ketua Komnas HAM Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Dedi Askary menjelaskan, kerja-kerja jaringan “Rumah Bersama Relawan” tersebut pada dasarnya merupakan mandat SFDRR 2015-2030, sekaligus upaya untuk mewujudkan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Para pihak pemilik mandat, seperti dikemukakan dalam SFDRR, yang dikenal sebagai pentahelic, dikenal sebagai pemerintah, masyarakat, lembaga usaha, akademia dan media berupaya mewujudkan 5 dari 17 mandat SDGs,” kata Dedi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.