Huntara (Hunian Sementara) dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas tempat tinggal yang layak pasca bencana. Dalam project ini, selain untuk masyarakat umum, pembangunan huntara ini juga untuk guru yang rumahnya rusak pasca gempa.

Yayasan Kappala Indonesia bersama dengan Sampoerna Indonesia dan Magister Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta mengadakan pembangunan hunian sementara untuk guru-guru SMK Lando Bulili, SMK Negeri 1 Sigi, dan masyarakat sekitar.

Selain hunian, tentu pembangunan sistem air bersih dan MCK dilakukan demi memenuhi kebutuhan atas sanitasi bagi penghuni. Guru SMK Janur Persada dan SMK Negeri 1 Sigi adalah sasaran pembangunan huntara untuk guru. SMK Janur Persada terletak di Desa Lolu, Kec. Sigi Biromaru, Kab. Sigi.

Sedangkan, SMK Negeri 1 Sigi berada di Desa Sidera, dalam kecamatan yang sama. Project ini memberikan 5 huntara bagi guru SMK Negeri 1 Sigi yang letaknya 200 meter dari sekolah, 11 huntara bagi guru SMK Janur Persada, dan 14 huntara bagi masyarakat Desa Lolu yang berada di satu komplek SMK Janur Persada.

Pembangunan huntara ini penting untuk meningkatkan kelayakan hidup bagi guru, yang tentu berpengaruh pada proses pendidikan di sekolah.